Kamis, 27 November 2008

Di manakah bintangmu???


Kemarin (26 Nov 2008)...
Aku dalam perjalanan pulang dari kampus..yah kira-kira waktu zuhur gitu deh(sebelumnya nganter si fa dulu ke adis).
Karena emang keliatan mendung...nggak kaget di tengah perjalanan(A Yani), angin bertiup kencang.
N mulai deh turun hujan.
Aku menepi dan mulai mengeluarkan mantel
Saat itulah aku melihat ibu-ibu...menyandang tas kecil kusam berjalan perlahan tanpa peduli hujan yang mulai lebat.
Perawakannya agak pendek, memakai sandal jepit yang juga kucel banget, tapi bisa kupastikan sehat wal afiat...
Seperti yang aku duga...dia adalah seorang peminta-minta(keliatan gitu lho...)
Dengan menadahkan tangan ke arahku...dengan mata memelas tanpa mengatakan apa-apa.
Yah...namanya juga dalam keadaan seperti itu...aku kasi dunk sebagian rezeki untuknya.
Tapi dasar iseng,,aku nanya "Ibu asal mana??Ada keluarga? Anak? Suami??"
(Iseng banget khan??)
Dan mengalirlah cerita...Ibu berasal dari kampung (entah namany aku lupa), mau pulang. Anak Ibu ada 2 (karena hujan n kasian aku nggak nanya anaknya di mana). Suami Ibu udah meninggal. Udah beberapa hari Ibu belum makan (Ha???).
Dengan senyum...aku pamit.

Di perjalanan(hujan lebat boo...) aku mengingat kejadian tadi. Sangat familiar alasan yang Ibu tadi ungkapkan. Hampir dapat kita dengar di setiap peminta minta yang menghampiri. Ini baru kejadian di jalan. Banyak sekali kejadian peminta minta datang ke rumah-rumah dengan alasan yang sama atau dengan modus operandi yang berbeda(membawa nama daerah, instansi, atau organisasi antah barantah) namun dapat dilihat dengan jelas bahwa mereka SEHAT-SEHAT SAJA.

Yang jadi pertanyaan...Apakah hanya seperti itu kemampuan mereka saat dirinya sehat???
Padahal sehat adalah anugerah terbaik yang Allah SWT berikan kepada umatnya agar dapat memberdayakan diri....menjadi individu yang luar biasa bahkan menjadi seorang BINTANG.
Bahkan orang-orang yang dalam keadaan sakit pun ada yang mampu berkiprah...berbuat sesuatu yang bermanfaat.
Tidak hanya untuk dirinya...namun juga untuk orang lain.

Apakah sedemikian bobroknya mental rakyat Indonesia...sehingga kebanyakan dari kita hanya bisa meminta minta?(Dalam dimensi yang lebih luas lho...)

Di manakah BINTANG yang seharusnya bersinar dari diri kita???

Tidak ada komentar: