Senin, 29 September 2014

MaBoy

CURRICULUM VITAE

Satria Dijaya B.Ed

Appreciating and concerning the learning process by paying more attention to each of steps, excellent in self-management and cooperative person.

Singkawang (Kalimantan Barat), March 5th 1990
Jalan Gunung Merapi gg. Rukun No. 9A, Rt 30/Rw12, Pasiran, Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia
+62-852-1112-1618
satria.dijaya@sampoernaeducation.net / satria_dijaya@yahoo.com
skype: satria.dijaya
passport no: A8973119
 



Educational Background

·         Graduated from English Language Teaching Department in Universitas Siswa Bangsa Internasional Jakarta cohort 2009 as a scholarship student for 4 years with GPA 3.87 (Magna Cum Laude).
·         Master Degree student in Curriculum and Pedagogy, Faculty of Education, South China Normal University September 2014-2017 as a scholarship student from China Government Scholarship.
 



Skills

MS Words, Computer Literate, Fluent in English (speaking and writing), Current TOEFL score 560, Classroom management, Time class management.
 



Research Experiences

a.       Speaker person on international science forum with a research called “Students’ Perception Toward Literature Circles in English Language Teaching Department Cohort 2012” in International Science Forum FPBS UPI on November 20th – 21st 2013.
  1. Speaker person on an international workshop and conference held in Phnom Penh, Cambodia on February, 22nd – 23rd 2013 with a research called “Classroom Practice to Enrich Toddler Students Vocabulary by Giving Words of This Week Activity.
  2. Understand about classroom management. Concerning this issue by making classroom action research and articles about it. Two of them are “Classroom Management: how to handle the noisy class” and “Using Literature Circles to Handle Big Class”.
  3. Conduct a research that focuses on educational field and ICT based entittled“Toddler and Early Childhood Teachers’ perception on Interactive Smartboard as a teaching tool in Makna School.”

 



Working Experiences

  1. Teacher in Beacon Academy International School
January 2014 – August 2014
·         Homeroom teacher for Year 1 class.
·         Pair teaching for Science, Geography, International Primary Curicullum (IPC) and English lesson.
·         Full teaching for Bahasa Indonesia lesson
·         Teaching using International Primary Curriculum (IPC)


  1. Training Teacher in Makna School
July 2013 – December 2013
·         Full-time teaching toddler and early childhood students with bilingual
·         Point person of SmartBoard Presentation and introduce some activities that can be used in Makna School and Yayasan Dharma Bermakna
·         Point person of quality tools, introduce many quality tools and explain it in depth whether it is possible to use and implement in The Leader In Me (TLIM) – 7 Habits for kids approache by inserting it in lesson plan.
·         Comparing and analyzing both curriculla, Cambridge and National Plus curricullum. The result will be used to see whether it is possible to use in Kindergarten B and Grade 1-6 of Elementary in Makna School.

  1. Research Assistant, IB Aceh Interactive Teaching Project and Sampoerna School Education
August 2011
·         Finding out the educational theories that related with the topic of research.
·         Creating a concern form and questions for Interview session.
·         Increasing higher order thinking and improving cooperative team work.
  1. Research Assistant, DIKTI Project
December 2010
·         Creating Lesson Plan for regular and disabilities students, as well as its materials.
·         Inputting the data using DIKTI website.
·         Learn how to manage the time related with datelines of task.

5.      SEP Program: Teaching in Sampoerna Academy Bogor, Regina Pacis and Global Islamic School, Jakarta
2012
·         Prospective students’ admission internship officer for Sampoerna Academy Bogor students intake 2013.
·         Planning teaching activities and preparing the materials based on Cambridge Curricullum and KTSP plus curricullum with master teacher’s guidance.
·         Applying the educational psychologiy theories and teaching methods into classroom context.

6.      Conducting Classroom Action Research in St. Tarsisius II, Jakarta
2011
·         Conducting a classroom action research while teaching and learning process based on the class environment’s problem with appropriate treatment.

7.      Teaching Assistance in Senior High School of 54, Jakarta
2010
·         Planning and conducting the pair teaching and helping teacher in preparing the material aids for teaching process.

8.      School Observation, Bendungan Hilir Elementary School, Jakarta
2009
·         Observing learning process and understanding the school environments.

 


Organization Experiences

1.      Sponsorship committee, National Future Educators Conference (NFEC)
2012 - present
·         Earning the financial support from person and companies, also strengthening the relationship well.

2.      Part Time Officer, UNESCO and Education Ministry
July 2012
·         Wrote a meeting minutes for a day activities and sent it to UNESCO a day after.
·         Gaining the information about entrepreneurship and sexuality education.

3.      Volunteer for SEA GAMES, Jakarta
2012
·      Working as Liaison Officer of Kempo team from Brunei Darussalam. Preparing everything that needed.
4.      Founder and Leader of Entrepreneur Club (EC), Sampoerna School of Education
March 2011
·         Working together to Establish a pioneer Entrepreneur Club organization in SSE 2011.
·         Developing and maintaining the programs that concern with financial student’s issues.
·         Self emotional management and motivator for others.

  1. Volunteer for social activity ‘Jambore Sahabat Anak’, Ragunan, Jakarta
2011
·         Working voluntarily to make unfortunate children happy and save in a camp by being an user, help the coordinator of group to make sure all the goods and meals are available.

  1. Volunteer for Kongres Guru Indonesia (KGI) in Kartini Building
May 20th 2010

·         Joining the great event for teacher around Indonesia by working voluntarily as an usher to help KGI committee in handling the event.

LDR


     Annyeong…rasanya uda lama banget nggak nulis, nulis apa aja. Karena sebelum-sebelumnya aku lebih suka ngepost video dari youtube yang menurutku bagus banget en sesuai dengan suasana hati. Okaayy! Kali ini ini aku pengen membahas tentang LDR. Apa itu LDR? LDR atau kalo kepanjangannya Long Distance Relationship itu (menurutku loh ya) adalah suatu hubungan jarak jauh yang biasanya dilakoni sama pasangan yang pacaran atau yang uda merid. Jauhnya itu ya bervariasi, bisa di luar kota sampe overseas alias di luar negeri.  Kalo pasangan yang uda merid mah gak bakal aku bahas disini karena itu ada unsur tanggung jawab di dalamnya, dan biasanya jarang banget pasangan merid yang LDR-an dalam waktu yang lama. Jadi kita fokuskan pada pasangan yang pacaran aja kali yaaa..hehehe.
before his departure
     Dari sekian banyak interview (jiah bahasanya), nggak kok cuma iseng nanya2 sama temen, adek tingkat, atau langganan warung ibuku tercinta di Singkawang sana. haha, rata-rata mereka lebih milih putus sama yayang-yayang mereka atau pun kalo bertahan, tidak dalam waktu yang lama ketika mereka harus dihadapkan dengan kenyataan harus LDR-an. Why? Kenapa? Beragam alasan. Ada yang emang gak tahan kalo harus jauh-jauh sama sang kekasih hati, ada yang gak percaya sama kesetiaan pacar mereka jadi bawaannya curigaan mlulu, ada yang miskomunikasi, trus ada juga yang gak tahan godaan dari orang-orang terdekat yang ngasi perhatian lebih daripada pacar yang nun jauh di sana. Katanya nih ya, hanya 1% pasangan LDR yang berhasil ke jenjang berikutnya alias merid. Sesusah itukah menjalani LDR?? Trus pasangan seperti apa sich yang berhasil melewati semuanya dan berhasil? Who knows??? Hanya saja aku ingin berbagi cerita tentang LDR itu. Kenapa harus aku?? Pertanyaan bagus. Mungkin jawabannya karena aku satu dari sekian banyak pasangan LDR. See?? Aku juga LDR-an loh. Gimana dunk?
     So, aku dan yayangku yang kadang aku panggil chagi (biasanya abang, tapi g akan aku pake di sini) udah pacaran selama 6 tahun. Waktu yang cukup lama. Trus, sejak kapan kami menjalani LDR? Tepatnya setelah kami selesai SMA. Kami pacaran mulai kelas 3 SMA, itu berarti setahun setelah kami sudah menjalani yang namanya LDR, mulai dari jarak antar kota tapi masih dalam satu provinsi karena aku harus kuliah di Pontianak. Saat itu aku masih bisa pulang sebulan atau dua bulan sekali dan ketemu chagi. Tahun ini merupakan tahun penuh kenangan karena lebih banyak waktu yang kita lalui berdua aja. Maklum, jaman sekolah masih belom bisa jalan berdua karena fokus untuk ujian.
     Tahun ketiga, jarak kami harus lebih jauh lagi, karena chagi harus kuliah di Jakarta. Dan dimulailah LDR penuh kesabaran. Berhubung chagi uda punya temen baru dan kebetulan mereka deket banget, ditambah lagi dengan godaan gemerlapnya ibu kota, bikin aku yang di Pontianak agak-agak deg-degan, takut plus rendah diri, apalagi pada kenyataannya hubungan kami tidak kami publish. Saat itulah ada cerita dimana chagi ditaksir sama temen-temen ceweknya…hohoho..kok bisa? Ya bisa dunk, orang chagi ini anaknya baik banget dan mudah deket sama cewek dan selalu berusaha membuat temen-temennya seneng (muji pacar sendiri neh,,hahaha). Tapi berhubung aku anaknya cool gitu, tanggapanku sedikit hati-hati dan berusaha bersikap dewasa. Karena aku juga kenal seperti apa chagi. Jadi, poin pertama di sini adalah KENALI PASANGANmu dengan baik kawan dan kamu akan dengan mudah menyikapi kejadian seperti itu. Bukan karena kamu percaya sama pasanganmu, tapi kamu percaya dengan dirimu sendiri bahwa kamu yang paling pantas untuk dia, jiah.. Well, karena sikapku itu, aku justru makin disayang sama chagi dan temen-temennya respect banget sama aku dan jelas mereka penasaran pengen ketemu sama aku (kali ini muji diri sendiri^^).
Tahun keempat, merupakan tahun cobaan. Komunikasi kita kurang lancar karena kesibukan masing-masing. Ketika aku sms atau nelpon, chagi sedang sibuk banget sampe sms tak dibalas n telpon ta diangkat. Begitu juga sebaliknya?? Saat itu aku ngerasanya aku yang lebih sayang sama chagi, jadi bela-belain balas sms atau mengangkat telpon meskipun di tengah praktek. Tapi terkadang aku juga mengabaikan chagi. Kita berdebat, merajuk, baikan, kemudian mulai tertutup. Kita jarang cerita-cerita lagi, jarang ngasi kabar selama berminggu bahkan bulan. Sebenarnya bukan kuantitas komunikasi yang menjadi masalah kami, tapi lebih pada kualitasnya. Jadi poin kedua adalah KOMUNIKASI YANG BERKUALITAS. Tak jadi masalah ketika kalian jarang berkomunikasi, tapi ketika kalian saling kontak, isi pembicaraan yang berkualitas lebih baik daripada tiap hari kalian kontak tapi isinya itu mlulu yang jatohnya malah jadi membosankan. Trus komunikasi yang berkualitas itu seperti apa? Tergantung kalian mengukurnya, tapi menurutku bagaimana kalian terbuka dan apa adanya dengan pasangan kalian dengan pembicaraan ringan lebih berkualitas daripada kalian mempertanyakan kesetiaan dan seberapa besar cinta pasangan kalian terhadap kalian, karena jika tidak berhati-hati malah berujung pertengkaran. Ingat, pasangan LDR cenderung sensitif ketika membahas itu. Namun, pada akhirnya kami gagal di tahun ini karena kurangnya keterbukaan kami terhadap pasangan masing-masing.
     Masuk tahun kelima, aku maupun chagi punya status baru, “single”. Rasanya? Aneh! Terutama untukku, karena sejak aku mengenal yang namanya pacaran, aku nggak pernah punya status single, bahkan untuk satu hari karena aku langsung punya pacar dihari yang sama ketika aku putus dengan pacar sebelumnya, hahaha…trus hubunganku dengan chagi? Jelas, kita semakin menjauh dan sangat-sangat jarang berkomunikasi. Ketika aku sudah tak tahan lagi dan menjadi gila, aku mulai mengiriminya sms-sms yang isinya agak memalukan, seperti “kangen”,”apa kamu benar-benar melepasku?”, atau “aku ditembak hari ini, menurutmu gimana?”. Hallooowww….dipikir lagi, itu benar-benar memalukan dan menghancurkan harga diri, kawaann! Akhirnya aku menyibukkan diri dengan kuliah, organisasi dan mencari pasangan baru, meskipun yang terakhir itu gagal dan pada akhirnya berhenti. Karena jauh di dalam hati, aku masih membandingkan dia dan gebetan. Bagaimana dengan chagi? Aku gak tau dia menjalani hari-harinya, sampai mendekati akhir tahun kelima.
     Awal tahun keenam, terjadi keajaiban. Karena kami bertemu lagi, dan kita buka-bukaan. Violaa…kita balikan lagi tanpa adanya satu orangpun yang masuk saat kita masing-masing berstatus “single” tadi. Dari sini aku belajar poin ketiga, UNTUK BERTANYA PADA HATI, siapa yang benar-benar kamu perlukan agar terus hidup. Jujur pada hati itu lebih baik kawan, dan beranilah untuk menunjukkannya. Kalaupun kamu ditolak, kamu akan lebih lega dan ikhlas untuk nyari yang baru, hahahaha… dan lucky, chagi juga punya pikiran yang sama. Akhirnya kita menjalani hubungan kita dengan lancar kali ini hingga tahun ketujuh, meskipun tetep LDR. Kita tetap sibuk dengan urusan kita masing-masing, tapi tak lupa memberi kabar dan tak lupa cerita tentang keseharian kita. Tak lupa, kita lebih leluasa untuk mengekspresikan segala macam perasaan kita masing-masing, seperti kangen, cemburu, khawatir, marah (tak berlebihan tentunya supaya tetep imut, :P ), sedih dan sebagainya. Jadi poin keempat adalah EKSPRESIKAN RASAMU DENGAN GAMBLANG TAPI TAK BERLEBIHAN DAN TANGGAPI DENGAN RINGAN. Kalian bisa juga beranalogi atau sambil bercanda meski hati kalian panas banget. Karena solusi tidak didapatkan dari emosi yang meledak-ledak fren. Buatlah kamu dan pasanganmu nyaman, sesulit apapun masalah yang kalian hadapi.
     Dan sekarang, kita sudah memasuki tahun kedelapan. Jarak kita bukannya makin deket, malah semakin jauh. Sebelumnya masih dalam satu negara, sekarang kita harus berpisah beda negara. Aku? Still here, at Pontianak, chagi? Dia sekarang tengah belajar untuk masternya di negeri tirai bambu sana, tepatnya Guangzhou. Komunikasi? Meskipun belom signifikan, tapi aku yakin akan lancar-lancar saja. Hellooww,,,sekarang bukan jaman surat pake merpati pos kaliii…di jaman serba instan ini, selama sinyal internet masih ada, kalian masih bisa berkomunikasi. Meskipun boleh juga sekali-sekali berkirim postcard, supaya berasa romantisnya.hahaha

Setelah sekian lama menjalani LDR, apakah kami masuk dalam kategori 99% atau yang 1%, kami sendiri masih belum tahu. Kita kembalikan sama jodoh aja deh. Gampang kan? Kuncinya IKHLAS kawan.

Jumat, 18 Juli 2014

Dunia Kosong


                Wow..ternyata dia sudah begitu dewasa sekarang. Itu yang aku pikirkan ketika bertemu dengan adik laki-lakiku setelah beberapa bulan tak bertemu. Lain hal dengan adikku yang nomor dua, dia begitu percaya diri dan terampil membuat aneka kue, membuatku iri setengah mati, terlebih keterampilan tersebut menghasilkan uang. Siapa yang tidak suka dengan uang di dunia ini? Adikku yang bungsu juga sudah besar, kelas 1 SMA, seorang gadis yang lagi semangat-semangatnya mengikuti berbagai kegiatan ekskul dan pengembangan diri. Aku? Masih mahasiswa tingkat akhir, benar-benar akhir hampir DO. Menyedihkan!
                Di lain kesempatan, aku menonton drama korea sambil makan, atau kadang ngemil di kontrakan kecilku di Pontianak. Melihat betapa Lee Min Ho bertambah ganteng di drama terbarunya, atau mengetahui pemeran Chun Yang ternyata sudah melahirkan, lain lagi dengan Heo Young Saeng yang langsung wamil setelah berhasil mengumpulkan member SS501 lain di konsernya, dan idol-idol lain yang comeback, membuatku tersadar ternyata banyak waktuku terbuang tanpa menghasilkan apapun. Lihatlah artis-artis itu, mereka muncul dengan karya mereka Nina!
                Yang paling nyata dari semuanya, teman-temanku. Kini, tiada bulan tanpa kabar dari teman-temanku, terutama dari undangan pernikahan mereka. Meskipun pernikahan masih jauh dari anganku, tapi teman-temanku menyadarkan “Sudah usianya memikirkan hal itu!” Aku speechless. Hanya bisa berteriak dalam hati ‘Hellooooo….gue masih mahasiswa!’. Membuatku depresi. Tak kalah, ne namja chingu, cowok yang paling aku banggakan sekarang seperti penyebar terror paling berbahaya buatku dengan kabar rencana kepulangannya. Dia akan pulang dengan gelar sarjana dan pekerjaan yang penghasilannya bikin ngiri, yang akan dipuji oleh keluarganya, mungkin keluargaku juga. Membuat harga diriku sedikit terluka karena aku yang terlebih dahulu memulai, sementara dia yang terlebih dahulu mengakhiri, status mahasiswa maksudku.
               Dan kini aku bertanya pada diriku sendiri, “Apa kabarmu, Nina?”. Di duniaku yang katanya penuh cinta dari keluarga, sahabat, dan kekasih, aku merasa kosong. Tanpa arah. Tujuan hidupku sepertinya mulai memudar. Tidak. Mungkin sudah hilang. Khayalan itu masih ada. Sekedar khayalan. Mimpi? Bahkan aku takut bermimpi sekarang, karena yang muncul hanya mimpi buruk. Membuatku bangun dengan perasaan depresi, stress, dan kangen. Kangen dengan semua semangat yang pernah kumiliki, dulu. Pertanyaannya sekarang, kapan aku akan keluar dari dunia kosongku? Siapa yang akan menyelamatkanku dari dunia kosong itu? Hanya aku yang tau jawabannya, meskipun aku terus menyangkalnya. Bodoh memang.

Rabu, 01 Mei 2013

Aku dan Kamu


Dia artis...
Dan aku fans...
Seperti itulah hubungan kami...
Menurutku, setelah sekian tahun mengenalnya.
Tidak ada satu hal pun yang terlewat tentangnya layaknya seorang fans yang serba ingin tahu tentang idolanya.
Tapi seiring berjalannya waktu, kekaguman itu mulai koyak.
Karena dia jarang,,,sangat-sangat jarang memberiku fan service yang memuaskan.
Apakah karena dia kurang  bersyukur telah mempunyai fans seperti aku?
Mungkin saja.
Tapi kemungkinan lainnya juga ada.
Mungkin saja aku yang kurang mengenal dia seutuhnya.
Mungkin saja aku terlalu terpaku pada apa yang aku pikirkan dan mengesampingkan apa yang ada dipikirannya.
Mungkin saja.
Dan jujur, aku takut akan kemungkinan itu.
Takut aku akan membenci diriku sendiri.
Jadi...apa yang harus aku lakukan?
Berbicara empat mata?

Selasa, 02 April 2013

I choose To Love You

Well, ini lagu yang selalu mengingatkanku tentang hal-hal yang romantis. Lagu yang jadi soundtracknya Sassygirl ChunYang, juga soundtracknya How to love smart(jujur aku uda cari tapi gak dapet-dapet film ini). Well, I choosen to love you...aku dedikasikan untuk ...uri chagi :D

Rabu, 18 April 2012

Ternyata Patah Hati itu……..


Dua hari lalu aku berulang tahun yang ke-22. Usia yang cukup matang menurut orang-orang. Tapi aku sendiri merasa masih berjalan di tempat. Sama sekali nggak ada yang special di usia ini. Selain berkurangnya umur di dunia ini, aku praktis tidak ada perubahan. Masih seorang nina yang bingung menyelesaikan kuliahnya di tahun terakhir dengan visi misi hidup yang tak jelas, sikap yang masih kekanakan menjurus pecicilan, dan yang paling parah masih saja seperti orang linglung saat patah hati.
Iya! Aku patah hati tepat dihari ulang tahunku. Hari dimana seharusnya aku menyusun resolusi hidupku. Sebenarnya patah hati ini udah telat,karena aku menyandang status single sejak tahun lalu, tapi tak begitu parah karena sang mantan masih single juga. Tapi di pagi hari itu aku membaca komen di foto profilnya yang mengatakan bahwa dia sudah menemukan pengobat hatinya.
Hingga 21 tahun hidupku, aku belum pernah patah hati. Iya, aku belum pernah hati. Aku sering kehilangan orang-orang yang aku sayangi, tapi jelas belum pernah patah hati bahkan dengan pacar pertamaku. Selama ini aku hanya merasa kehilangan dan tidak ada yang berubah dalam keseharianku. Aku masih bisa makan dengan teratur dengan porsi yang cukup, masih bisa konsentrasi belajar, masih bisa ketawa-ketiwi dengan teman-teman ngumpul, masih bisa terbawa emosi saat nonton drama korea yang menyentuh, masih optimis bahwa ada yang akan datang untuk mengisi rasa kehilangan tersebut. Tapi tidak kali ini. Saat aku membaca komen tersebut, tubuhku bahkan bereaksi lebih cepat dari pikiranku. Perutku langsung mulas nggak jelas, dadaku sesak tanpa alasan, napasku tercekit dan tanganku gemetar. Atmosfer di kamarku seakan mencekikku. Aku bertanya-tanya apa ini yang disebut patah hati??? Aku tak tahu, tapi aku tahu pasti, aku tidak bisa berpikir untuk menemukan jawabannya. Pikiranku tiba-tiba saja kosong, benar-benar kosong. Dan aku merasa ada lubang besar, sangat besar di hatiku.
Aku bahkan hanya menyahut tak jelas pada adikku yang kebetulan ada di sampingku saat itu. Dan selama mengantarnya belanja oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke Singkawang, aku menolak untuk berpikir atau memikirkan sesuatu. Tapi aku bersyukur tubuhku masih cukup kuat untuk mengemudikan motor.
Sepulangnya adikku, aku merasa seperti orang bodoh. Tidak melakukan apa-apa. Hanya terbaring dilantai tanpa alas, mendengarkan lagu-lagu patah hati dan tak lama kemudian aku menangis, hal yang sangat jarang terjadi. Aku menangis sampai tidak bisa bangkit, dan sialnya tidak ada tempat untuk bersandar. Good damn, ternyata aku menangis sampai tertidur. Bangun tidur kepalaku cenat-cenut nggak keruan, hidungku merah, mataku bengkak dan tubuhku sakit karena tidur tanpa alas,ditambah perutku pedih karena belum diisi apa-apa sejak pagi. Dan lagi-lagi aku menolak melakukan apa pun. Hanya diam tidak bergerak, bahkan untuk minum sekalipun.
Kali ini aku mengoreksi sedikit lirik lagu dangdut yang bilang “lebih sakit gigi dari pada sakit hati”, karena menurutku sama saja. Ternyata….sakit gigi dan sakit hati punya persamaan….sama-sama bikin sakit kepala n nggak nafsu makan!

Rabu, 17 Agustus 2011

Saat Matahari Terbenam


Kutatap lekat wajah pria di depanku yang sedang asyik melahap makan siangnya. Dan aku semakin yakin, wajah oriental lengkap dengan mata sipitnya inilah yang telah menarik hatiku sembilan tahun lalu. Semakin tak menyangka bahwa dia akan menjadi seseorang yang begitu berarti bagiku. Bukan sebagai kekasih, tentu saja bukan. Karena sejak awal aku tak berniat menjadikan dia sebagai kekasih, karena beberapa hal.
“Kenapa melihatku seperti itu?” Ri Chi, pria itu bertanya setelah menyadari aku menatapnya lama. Seperti maling yang tertangkap basah, aku sedikit salah tingkah dan mulai menyentuh makan siangku sendiri. Sekarang gantian dia yang mulai menatapku, menunggu jawaban.
“Apa?”tanyaku, pura-pura bodoh. Dia mengerucutkan mulutnya, matanya tajam tepat melihat di manik mataku.
“Ada yang ingin kamu tanyakan?”suaranya sedikit dalam, tanda dia serius bertanya. Aku diam sebentar, memikirkan pertanyaan yang sejak tadi bergelayut di kepalaku.
“Hm…oppa…kapan berencana untuk menikah?”
Dia sedikit terkejut mendengar pertanyaanku, kemudian tersenyum.
“Memangnya kenapa?”
“Bukan apa-apa. Hanya ingin tahu. Iseng.”
Aku mulai mengalihkan perhatianku dengan keadaan restoran fastfood tempat kami makan siang. Karena ini hari Minggu, jadi tamu sedikit ramai dan memenuhi hampir semua meja yang tersedia. Semua pelayan sibuk melayani tamu yang memesan makanan. Dan karena hanya hari Minggu bisa bertemu dengan Ri Chi oppa, kami memilih makan siang di luar dan restoran ini menjadi pilihan kami.
“Kalau sudah selesai, sebaiknya kita keluar saja. Sepertinya banyak yang mengantri, kasihan mereka tidak kebagian tempat duduk,”kata Ri Chi, kemudian bangkit dari tempat duduknya. Aku mengangguk dan berjalan mengikutinya.
Ri Chi sebenarnya mempunyai nama asli Choi Kwang Tae. Tapi aku lebih senang memanggilnya Ri Chi oppa, atau oppa saja yang berarti kakak laki-laki. Karena menurutku panggilan itu berarti matahari,sama artinya dengan nama aslinya, namun itu merupakan panggilan sayangku padanya. Teman-teman Ri Chi sendiri memanggilnya Kwang Tae-ssi saja. Ri Chi oppa lebih tua dua tahun dariku, dan sekarang dia sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sementara aku masih kuliah tingkat tiga di sebuah universitas swasta di Seoul ini. Kenapa kami bisa bertemu, mungkin dapat aku katakan, itu takdir.
“Jadi kenapa kamu bertanya seperti itu? Kapan aku akan menikah?”Ternyata dia masih belum puas atas jawabanku.
Kami duduk di bangku taman dekat restoran fastfood tadi. Taman ini sedikit sepi. Mungkin karena sekarang siang hari di musim panas, dan cuaca hari ini cukup terik, membuat orang lebih memilih berada di dalam ruangan ber-AC dibandingkan harus bersantai di taman. Tapi aku senang, karena akan lebih leluasa mengobrol dengan Ri Chi oppa.
“Sepertinya aku sudah menjawabnya tadi..hanya iseng.”
“Dan sepertinya aku mempunyai firasat, bahwa jawabannya lebih dari sekedar iseng.” Ri Chi ngotot. Aku tersenyum. Sepertinya memang harus dibicarakan, atau dia akan terus bertanya hal yang sama sampai aku bosan.
“Aku hanya penasaran, jika oppa menikah nanti, apakah kita masih bisa seperti sekarang? Makan siang atau makan malam bersama, jalan-jalan di hari Minggu, saling kirim sms, mengobrol, berantem, dan melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan. Jujur saja, aku sedikit tidak rela.”
“Hanya itu?” Aku menoleh dan melihat Ri Chi oppa tersenyum. Senyum itu lagi,keluhku dalam hati. Karena senyum itu aku semakin tidak rela hilang begitu saja.
“Lebih tepatnya, aku belum siap kehilangan seseorang yang bisa aku andalkan. Selama aku kuliah dan jauh dari orang tua, hanya oppa yang bisa aku mintai tolong.”
“Ya! Jadi selama ini aku hanya dimanfaatkan?! Dasar adik tak tahu diri!” Ri Chi mengacak-ngacak rambutku dengan gemas.
“Arrkkhh…oppa! Kau merusak rambutku! Kau tahu berapa harga yang harus kubayar untuk merawat rambut ini?!”Aku berusaha menghentikan ulahnya mengacak-acak rambutku sebelum tatanannya benar-benar hancur. Dia hanya tertawa geli melihat aku mengomel sendiri sambil merapikan rambutku. Melihatnya tertawa seperti itu membuatku gemas dan ingin membalasnya. Tapi belum sempat aku menggapai kepalanya, dia sudah mengelak, tetap dengan tawanya yang renyah itu. Akhirnya kami kejar-kejaran di sekitar taman, tanpa peduli panasnya matahari yang menyengat di atas kepala kami.
****
Dua hari sebelumnya
“Jangan dekati Kwang Tae-ssi lagi. Aku mohon.”
Aku menatap wajah wanita yang baru saja memohon itu takjub. Tidak mengira akan mendengar permohonan seperti itu dari bibir indah wanita yang biasa aku panggil Unni.
“ Kenapa?”tanyaku padanya.
“Aku hanya tidak suka kau dekat-dekat dengannya. Itu membuatku tak nyaman. Sekali lagi aku mohon padamu, Nina-ssi.” Mendengarnya, tawaku hampir meledak. Permintaan apa itu?! Yang benar saja!
“Maaf, tapi aku tidak bisa memenuhi permintaan Unni,”jawabku tanpa perlu berpikir panjang.
“Kenapa?”tanyanya
“Karena aku dan oppa sudah sepakat. Jika aku menjauh, itu akan melukai hatinya. Aku akan tetap seperti biasa dengannya, sampai oppa sendiri yang memutuskan untuk melepasku.”
Aku beranjak meninggalkan Unni. Mungkin dia akan marah karena permohonannya tidak terkabul, dan aku tidak peduli akan tanggapannya terhadapku yang terlihat seperti wanita murahan yang menggoda pria yang jelas-jelas milik orang lain. Ri Chi oppa adalah orang yang sangat penting bagiku, paling tidak saat ini. Aku sama sekali tidak ikhlas kalau harus berpisah dengannya hanya karena ada orang lain yang datang dalam kehidupan kami dan keberatan dengan hubungan kami yang sudah dimulai sejak lama.
***
Sesuatu yang abadi adalah perubahan. Itu pepatah yang pernah kudengar dari seseorang. Perubahan itu berjalan seiring dengan waktu, dan akan terus terjadi meskipun ada hal yang tidak ingin kita ubah. Hal yang tidak ingin kita ubah misalnya kebahagiaan. Dan merupakan saat-saat yang sangat bahagia bagiku ketika mengenal Ri Chi oppa dan dekat dengannya sampai akhirnya kami harus berpisah karena hal yang pernah kutanyakan sebelumnya.
“Maaf, tapi Hae Young tidak terlalu menyukaimu. Aku selalu berusaha menjelaskan, tapi akhirnya yang ada hanya pertengkaran.” Ada sedikit penyesalan dalam kata-kata yang keluar dari bibir tipis Ri Chi oppa. Aku tidak mengatakan apa-apa. Sejak awal, Unni memang tidak menyukaiku.
“Aku hanya takut pernikahan kami harus berakhir hanya karena hal sepele seperti ini. Maafkan aku.”
Aku menghirup napas sebentar. Memberi lebih banyak oksigen pada paru-paruku yang sepertinya macet mengabsorbsi oksigen ke aliran darahku. Aku merasa otakku kram sejenak karena hal itu.
“Aku adalah orang yang paling bahagia saat oppa menikah dengan Unni, karena aku melihat oppa juga bahagia. Aku berharap kebahagiaan yang saat itu terpancar di wajah oppa tetap ada, meskipun dengan itu aku harus jauh dari kehidupan oppa.”
“Nina-ah, aku tak bermaksud…”
“Aku tahu!” jawabku sebelum Ri Chi oppa menyelesaikan kalimatnya. “Aku tahu, karena sejak itu aku sadar, semua memang sudah tak sama lagi. Sekarang oppa adalah milik Unni,” dan aku bukan siapa-siapa oppa, tidak pernah menjadi siapa-siapa, lanjutku dalam hati.
“Kamu tetap adikku, Nina-ah…”
Aku tersenyum pedih. “Aku juga tahu hal itu. Oppa juga tetap akan menjadi matahari bagiku, dan tetap bersinar meskipun ia terbenam. Jadi oppa jangan merasa bersalah atau menyesal. Lagi pula, perjanjian kita sampai aku selesai kuliah. Sekarang aku sudah bekerja, oppa tidak perlu khawatir begitu. Aku mandiri sekarang,”kataku sedikit bergurau dengannya. Ri Chi oppa mengerucutkan bibirnya, terlihat kesal dengan kata-kataku barusan.
“Ya sudah, aku pergi dulu. Pekerjaanku menunggu di atas meja dan harus kuselesaikan hari ini. Aku tidak berencana mendengar omelan bosku sepanjang hari ini. Kau tahu kan bagaimana bosku itu kalau sudah mengomel?” Ri Chi oppa tertawa geli mendengar keluhanku. Aku pun beranjak meninggalkan Ri Chi oppa.
Hampa. Itu yang kurasakan. Rasanya ada lubang besar di hatiku yang menghisap semua kebahagiaan yang pernah kurasakan sebelumnya. Kehilangannya membuatku sakit. Meskipun begitu, aku tetap berdoa untuk kebahagiaannya. Setelah itu, giliranku mencari kebahagianku sendiri. Perpisahan ini memang tak terelakkan, namun aku yakin ada pertemuan-pertemuan lain yang lebih berarti. Masih ada bintang lain yang sinarnya tak kalah dari matahari meskipun jaraknya sangat jauh.

END

Kamis, 04 Agustus 2011

Hatiku Padamu




4 Agustus 2007
“Nin, aku suka kamu.” Akhirnya aku mendengar kalimat itu terucap untukku. Aku tersenyum, cukup surprise meskipun aku sudah mempersiapkan hatiku untuk menerimamu. Namun, alih-alih menjawab ‘iya’ aku malah bertanya, “Kenapa bisa suka denganku? Bukan yang lain? Sejak kapan?” Aku melihat kegugupan di wajahmu, bahkan kamu tak berani duduk di sampingku seperti biasa, tapi berdiri tepat di depanku dan menatap mataku. “Entahlah, mungkin sejak kelas dua SMA, atau sebelumnya. Saat kamu bilang kamu sudah punya pacar, perasaanku saat itu sakit, dan aku baru sadar ternyata aku suka kamu. Dan kenapa aku bisa suka, karena selama ini kamu yang selalu ada di sampingku, yang selalu membantuku, yang selalu sabar padaku. Dan aku tahu, kamu nggak akan histeris setelah mendengar pengakuanku ini. Itu yang paling aku suka,”jawabmu tuntas.
“Aku juga suka kamu,”kataku akhirnya. Mengaku. Dan aku melihat sedikit keterkejutan di matamu. “Sejak lama, waktu kelas 2 SMP.” Sejak kamu meminjam buku ceritaku, kamu juga diam-diam meminjam hatiku. Bukunya kamu kembalikan, tapi hatiku tidak, sampai sekarang,kataku dalam hati.
“Tapi kenapa baru sekarang ngomongnya?”tanyaku lagi. Kulihat kamu agak lama berpikir, sebelum akhirnya kamu menjawab,”Karena aku perlu meyakinkan diriku,Nin. Aku ingin ini menjadi yang pertama dan yang terakhir buatku.” Aku melayang saat itu.
“Jadi?” tanyamu padaku.
“Jadi, kita seperti biasa saja.”jawabku. Apalagi? Karena saat kamu bilang aku tak akan histeris, aku tak punya pilihan lain selain menjawab seperti itu. Tak ada tuntutan, seperti biasa. Dan kamu mengangguk.

17 Agustus 2007
Aku tak melihat dirimu. Aku bertanya-tanya kepada teman-teman yang lain, mereka tak tahu kabarmu. Padahal aku ingin, sangat ingin bertemu denganmu. Ada hal yang harus aku bicarakan. Sampai akhirnya aku mendapat kabar bahwa kamu sedang sakit. Mengetahui itu, aku jadi tidak konsentrasi mengikuti upacara, tidak nafsu makan, pikiranku kalut. Dan aku memutuskan ke rumahmu sore harinya.
“Ada apa?” tanyamu saat aku datang. Wajahmu sedikit pucat saat itu, membuatku sedikit tak tega kalau harus membicarakan masalahku padamu. Tapi aku harus bilang padamu karena waktuku tak banyak. Aku butuh kepastian dan dukungan.
“Dia memberiku 24 jam untuk memutuskan.” Keningmu sedikit berkerut mendengar kata-kataku.
“Biar aku yang bicara dengannya.” Akhirnya aku menyerahkan semua padamu. Dan aku sangat ingin memelukmu, saat kamu bilang tak akan melepasku sampai kapan pun. 17 Agustus, bukan hanya hari kemerdekaan Indonesia, tapi juga hari kemerdekaan untukku.
***

Tahun pertama sudah lewat. Banyak hal yang terjadi di antara kita. Tapi satu hal yang pasti, kamu sedikit berubah. Kamu lebih canggung dari sebelumnya, memanggilku dengan nama, dan sangat-sangat sopan padaku. Teman-teman di kelas sudah curiga, bahwa kita “putus”. Sumpah, ini membuatku tertawa karena kita justru baru mulai.
Hingga pada tahun kedua. Tahun terberat yang harus kita lalui bersama. Tahun dimana kita terpisah jarak. Karena 5 tahun sebelumnya kita selalu bersama, kali ini aku benar-benar frustasi karena jauh darimu. Tapi itu harus aku lakukan, demi cita-citaku.
Aku tahu, banyak godaan dan cobaan melanda. Mulai dari kecuekanmu yang hampir membuatku putus asa sehingga aku mencoba mencari perhatian dari yang lain sampai-sampai kita harus break untuk sementara. Aku benar-benar merasa sangat egois dan sedih, karena kamu menerima apa pun keputusanku saat itu. Kamu memberiku waktu dan aku bersyukur itu tak berlangsung lama. Aku sadar, bahwa kamu adalah yang terbaik dan tak tergantikan oleh siapa pun. Apalagi saat kamu sedang dalam masa berkabung karena kehilangan seseorang yang sangat penting dalam hidupmu. Saat itu aku berkata dalam hati, bahwa aku akan selalu berada di sisimu, mendukungmu, dan menemanimu hingga kamu tak perlu merasa takut atau pun bersedih. Aku ingin menjadi kebahagiaanmu.
Hal tak terlupakan saat itu adalah ketika kamu membawaku ke rumah keluargamu. Merawatku yang sedang sakit dengan telaten. Saat itu aku ingin sakit terus, agar kamu tetap di sampingku. Sedangkan hal yang paling membahagiakan untukku adalah ketika untuk pertama kalinya aku memasak untukmu, membangunkanmu sahur, dan melihat kamu makan masakanku tanpa protes.

Sampai akhirnya di tahun ketiga. Kamu ingin menggapai kesuksesanmu dan itu harus dibayar dengan jarak yang memisahkan kita. Jika tahun sebelumnya aku dapat melihatmu paling tidak untuk satu kali dalam sebulan, kali ini aku harus ikhlas melihatmu kurang dari 2 minggu dalam satu satu tahun. Belum lagi lingkungan pergaulanmu yang berubah, kedekatan dan kesibukanmu dengan teman-temanmu di sana membuatku cemburu. Aku merasa sangat lucu. Cemburu bukanlah hal yang pantas aku rasakan, namun tetap saja rasa itu muncul. Berbagai macam cara dan metode konyol aku gunakan agar rasa itu tak muncul. Apalagi saat teman-temanku berkomentar tentang itu, semakin membuatku panas. Namun, tetap saja aku membelamu mati-matian. dan hal yang tak terlupakan adalah ketika kamu membawa dan memperkenalkanku sebagai pacarmu kepada keluargamu di Sambas. Bukan sebagai teman seperti biasa, tapi sebagai pacar.

Dan tak terasa kita sudah melewati tahun keempat. Satu hal yang paling membahagiakan adalah restu dari kedua orang tuaku untuk kita. Ibuku yang mempunyai syarat setinggi langit untuk laki-laki yang ingin menjadikanku sebagai pacar dan calon istri, dengan mudahnya memberi restu. Begitu juga ayahku. Beliau tak banyak bicara. Harus kuakui, tidak hanya hatiku, tapi hati kedua orang tuaku juga berhasil kamu rebut. Dan aku berharap Ibumu juga memberi restu.
Banyak hal yang aku sukai darimu, dan mungkin karena itu juga aku sangat tolerir terhadap kekuranganmu. Karena memang tak ada manusia sempurna di dunia ini. Dan aku berharap cerita kita tidak berakhir sampai di sini. Masih banyak episode kehidupan yang hendak kulalui bersamamu. Banyak hal yang ingin kubagi denganmu. Dalam senang maupun susah, aku harap kalimat itu tetap untukku “yang pertama dan terakhir”. Karena kamu juga yang pertama dan kuberharap yang terakhir untukku. Karena hatiku padamu. Karena aku mencintaimu.

TO BE CONTINEU….

Rabu, 23 Februari 2011

Biologi Perilaku Hewan

PENDAHULUAN
Suatu definisi kamus mengenai perilaku mungkin berupa “ bertindak, bereaksi, atau berfungsi dalam suatu cara teretentu sebagai respon terhadap beberapa rangsangan (stimulus)”. Banyak perilaku memang terdiri atas aktivitas otot yang dapat diamati secara eksternal, yaitu komponen “bertindak” dan “bereaksi” dari defenisi tersebut. akan tetapi jika seekor burung muda yang mendengarkan kicauan burung dewasa mungkin tidak menunjukkan adanya hubungan dengan aktivitas otot. Sebagai gantinya, ingatan akan kicauan burung dapat disimpan dalam otak burung muda dan setiap respon otot yang diamati muncul belakangan. Dengan demikian, jika kita menganggap perilaku (behavior) sebagai apa yang dilakukan oleh hewan dan bagaimana hewan tersebut melakukannya, definisi ini akan meliputi komponen perilaku yang tidak berkaitan dengan pergerakan dan juga tindakan hewan yang dapat diamati(Campbell.2004).
Ilmu perilaku hewan, pada keseluruhannya merupakan kombinasi kerja-kerja laboratorium dan pengamatan di lapangan, yang memiliki keterkaitan yang kuat dengan disiplin ilmu-ilmu tertentu semisal neuroanatomi, ekologi, dan evolusi. Seorang ahli perilaku hewan umumnya menaruh perhatian pada proses-proses bagaimana suatu jenis perilaku (misalnya agresi) berlangsung pada jenis-jenis hewan yang berbeda. Meski ada pula yang berspesialisasi pada tingkah laku suatu jenis atau kelompok kekerabatan hewan yang tertentu(Anonim.Tanpa Tahun:http://id.wikipedia.org/wiki/Etologi).

ISI
A. Perilaku Dihasilkan Oleh Gen dan Faktor-Faktor Lingkungan

Seperti ciri fenotipik lainnya, perilaku memperlihatkan suatu kisaran variasi fenotipik yang bergantung pada lingkungan, di mana genotype itu diekspresikan. Namun demikian, terdapat suatu norma reaksi. Perilaku dapat diubah oleh pengalaman di lingkungan.
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku adalah semua kondisi di mana gen yang mendasari perilaku itu diekspresikan. Hal ini meliputi lingkungan kimiawi di dalam sel, dan juga semua kondisi hormonal dan kondisi kimiawi dan fisik yang dialami ole seekor hewan yang sedang berkembang di dalam sebuah sel telur atau di dalam rahim. Perilaku juga meliputi interaksi beberapa komponen sistem saraf hewan dengan efektor, dan juga berbagai interaksi kimia, penglihatan, pendengaran, atau sentuhan dengan organisme lain.
Adalah tidak tepat untuk mengatakan bahwa setiap perilaku hanya semata-mata disebabkan oleh gen. Semua gen, termasuk gen-gen yang ekspresina mendasari perilaku bawaan, memerlukan suatu lingkungan untuk diekspresikan (Campbell.2004)

B. Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik.
Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Adaptasi:

1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan.


2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adapatasi fisiologis adalah seperti pada binatang / hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.

3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri (Anonim. Tanpa Tahun: http://organisasi.org/macam-jenis-adaptasi-makhluk-hidup-morfologi-fisiologi-dan-tingkah-laku-untuk-menyesuaikan-diri)

C. Perilaku Hewan
Perilaku juga dapat bersifat adaptif. Mahluk hidup belajar tentang bahaya dan dengan perilakunya ia menghindari bahaya. Adaptasi perilaku dapat terjadi dimanapun.
Berbagai substansi dapat mempengaruhi keadaan jiwa dan tingkah laku. Beberapa menyebabkan ketergantungan. Beberapa yang lainya menyebabkan toleransi. Semua organisme, memiliki kemampuan untuk merespon stimulus dari lingkungan. Perilaku organisme, bergantung tidak hanya berdasarkan pada jenis organismenya, tetapi juga berdasarkan apa yang terjadi dalam lingkungan hidupnya.
Perilaku sendiri memiliki arti sikap dan gerak organisme berespon dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Macam lingkungannya antara lain: lingkungan dalam dan luar. Lingkungan dalam, yaitu: hormon, nyeri, getahan, ampas, metebolisme. Sedangkan yang dimaksud lingkungan luar, yaitu:suhu, makanan, air minum, cahaya matahari, gravitasi, tekanan udara, tempat tinggal, hubungan dengan mahluk lain intra dan inter spesies. Bentuk prilakunya sendiri mencakup: cara makan dan mengambil makanan, membuat tempat tinggal, memelihara dan membersihkan, berlindung dan bertahan terhadap parasit atau pengganggu, mencari pasangan, berkembang biak, mengasuh anak, berkomunikasi dengan individu lain.
Jenis prilaku yang terdapat pada hewan ada dua macam, yaitu:
• Perilaku bawaan (Innate Behaviour)
Perilaku yang dikendalikan secara genetik. Jenis-jenis dari prilaku bawaan adalah gerakan refleks yang merupakan bentuk sederhana dari prilaku bawaan dan insting yang merupakan bentuk kompleksnya.
• Perilaku hasil pembelajaran (Learned Behaviour)
Perilaku hasil pembelajaran berdasarkan pengalaman yang didapatkan organisme dan menghsilkan perubahan perilaku. Perilaku ini tidak dibedakan dari jenis gen pada organisme. Pembelajaran di dapatkan melalui adaptasi pada perubahan.
Pemetaan pada otak mengindikasikan kesamaan umum pengaturan pada kebanyakan otak dan kemungkinan-kemungkinan bahwa setiap pengalaman akan direkam di dalam memori. Meskipun sudah menunjukan perilaku pembelajaran pada organisme yang cukup mudah, perilaku ini umumnya terdapat pada organisme yang memiliki sistem saraf yang lebih kompleks.
Perkembangan yang cepat dari cerebrum dan meningkatnya ketergantungan hidup disertakan oleh perubahan lain yang terjadi diantara mammalia-mammalia yang ada pertama kali. Sebagai contoh, sejak belajar membutuhkan pengalaman, binatang yang berotak harus mengembangkan pola hidupnya yang memeberi mereka kesempatan untuk belajar sebelum mereka dihadapkan pada dunia yang ‘tidak bersahabat’.
Evolusi dari sistem saraf yang kompleks pada vertebrata tidak hanya dikendalikan oleh fisiologi tubuh yang terkendali dengan baik, kemampuan sistem pola dari perilaku, tetapi juga peningkatan kemampuan untuk memepelajari dan memodifikasi perilaku baru.
Sangat jelas bahwa organisme yang lebih kompleks, pengaruh terbesar yang membentuk pola tingkah laku responsif adalah melalui pengalaman. Proses ini modifikasi prilaku sebagai hasil pengalaman dari tempat hidupnya diketahui sebagai proses pembelajaran.
Belajar ditemui pada jenis hewan yang memiliki banyak perhatian dari parentalnya. Jenis hewan yang seperti ini didapatkan pada hewan tingkat tinggi. Anak akan banyak belajar dari orangtuanya dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya.
Pembelajaran dapat dikembangkan dari tugas yang sederhana maupun tugas yang sulit. Terdapat beberapa tipe dari pembelajaran yaitu: Imprinting, Habituation, Clasical conditioning, dan Operant conditioning.
Imprinting adalah bentuk dari pembelajaran yang didapatkan hewan setelah dilahirkan atau baru menetas dari teurnya. Imprinting terjadi dengan cepat dan tidak dapat diubah, merupakan jenis pembelajaran yang paling mudah. Habituation adalah bentuk dari pembelajaran dimana hewan belajar untuk tidak menunjukan perilaku tertentu.
Sebuah reaksi yang dikondisikan adalah sebuah respon terhadap stimulus yang normalnya tidak mendapatkan tanggapan seperti itu. Jenis pembelajaran ini, atau pengaruh keadaan, dijelaskan oleh Pavlov, seorang fisiologis asal rusia, disebut sebagai classical conditioning (McLaren & Rotundo,1985). Classical conditioning ini disebut juga sebagai Assosiative learning.
Assosiative learning sendiri merupakan perilaku yang dipelajari membutuhkan aktifitas asosiasi di dalam sistem saraf pusat. Satu yang paling diketahui dari kategori-kategori pembelajaran adalah asosiasi., ini berdasarkan kemampuan untuk merespon rangsangan yang ditandai, hewan akan belajar untuk mengasosiasikan kedua rangsangan dengan rangsangan lainnya.
Perilaku asosiatif lebih kompleks. Berpikir adalah asosiatif, begitu juga dengan berkelahi, merencanakan dan mencintai. Perilaku asosiatif mungkin terbentuk dari elemen-elemen non asosiatif yang lebih sederhana.
Seperti pada percobaan Pavlov. Dengan membunyikan bel dengan seketika setiap saat sebelum memberi makan anjingnya (dalam percobaan), Pavlov menemukan bahwa anjing akan mengeluarkan liurnya saat mendengar bunyi bel. Disimpulkan bahwa anjing mangasosiasikan bunyi bel dengan waktu pemberian makan (Hopson & Wessel, 1990).
Operant conditioning atau latihan yang diberikan pada binatang didasarkan pada pemberian imbalan dan hukuman. Percobaan ini dilakukan oleh Skinner. Skinner menggunakan merpati dalam percobaannya. Dia menyadari bahwa perilaku tertentu diikuti oleh penguatan, atau imbalan, maka binatang tersebut akan menyukai untuk mengulangi prilaku tersebut di kemudian hari.
Dari semua perilaku yang ditunjukan hewan, kebanyakan prilaku pada hewan kemungkinan mengandung semua komponen ini, yaitu:
• Preprogamming (Pemograman sebelumnya) : genetik membuat organisme terpengaruh untuk merespon rangsangan (stimulus) tertentu.
• Practice (berlatih) : pengalaman mempengaruhi perkembangan perilaku.
• Potention (potensi) : status kejiwaan dari hewan menyiapkan hewan tersebut untuk menunjukan perilakunya (kadang hal ini disebut sebagai motivasi penuntun).
• Performance (pelaksanaan) : menghasilkan rangkaian dari tindakan dan perubahan yang menyertai perilaku.
Pada primata, yang merupakan jenis hewan dengan kecerdasan tinggi terdapat pemikiran atau berpikir rasional. Pemikiran adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang tidak biasa dihadapi tanpa manfaat dari trial dan error. Pemikiran ini berdasarkan pembelajaran masa lalu dalam jalur yang baru, kombinasi atau stuasi.
Ini menjelaskan mengapa prossimian, monyet, kera, dan manusia lebih adaptif dibandingkan dengan hewan lainnya dan lebih mampu untuk menggunakan informasi lingkungan untuk kebutuhan hidupnya.
Terkadang, salah satu anggota dari sebuah populasi atau spesies dapat menyebarkan perilaku pembelajaran pada semua anggota kelompok. Kecepatan dari penyebaran ini merupakan potongan dari informasi budaya, kemungkinan hasil dari fakta bahwa anggota kelompok yang muda melihat perilaku anggota kelompok yang lebih tua dan kemudian menirunya.
Pada hewan yang terdapat di Taman Wisata Alam atau Taman Nasional, dalam kehidupan sehari-harinya akan sering berinteraksi dengan manusia yang berperan sebagai pengunjung. Bagaimanapun juga, hal tersebut dapat mempengaruhi prilaku hewan tersebut. Reaksi mereka terhadap pengunjung.
Reaksi hewan terhadap keberadaan manusia adalah faktor penting keberlangsungan hidup hewan. Hewan yang tidak dapat merespon manusia dengan sukses akan mengalami kepunahan. Namun, terdapat jenis hewan yang mendapatkan keuntungan dengan hidup berasosiasi dengan manusia.
Kebanyakan satwa liar bereaksi terhadap manusia dengan cara bersembunyi atau melarikan diri, tetapi beberapa membangun kepercayaan sementara, terutama sekali apabila imbalan dari makanan dan tempat berlindung merupakan bagian dari tawaran.
Pada beberapa kasus, masalah ditimbulkan dari hewan dan manusia saat satwa liar terbiasa terhadap orang. Sebagai contoh adalah interaksi antara beruang dan manusia. Beruang hitam adalah binatang yang sangat berhati-hati, dalam kehidupan liarnya mereka adalah omnivora yang memakan buah, serangga, madu, dan sedikit daging. Beruang hitam dalam kehidupan liarnya sangat jarang mendekati manusia, tetpai dengan sering memakan sampah sisa manusia dan jika dibiarkan, mereka akan kehilangan rasa takutnya terhadap manusia (Putri.10 Januari 2010: http://20thcenturyalghumayda.blogspot.com/2010/01/perilaku-hewan.html).

D. Kognisi Hewan
Dalam artian sempit, istilah kognisi pada dasarnya merupakan sinonim dengan kesadaran (consciousness atau awareness). Dalam pengertian yang lebih luas, kognisi adalah kemampuan sistem saraf seekor hewan untuk merasa, menyimpan, mengolah dan menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh reseptor sensoris.
Suatu hipotesis pokok dalam etologi kognitif adalah bahwa banyak hewan merumuskan peta kognitif, representasi internal atau kode, dari hubungan spasial di antara benda-benda yang ada di sekitarnya. Dua jenis pergerakan yang mungkin terjadi tanpa suatu representasi internal adalah kinesis dan taksis. Kinesis melibatkan suatu perubahan sederhana dalam laju aktivitas sebagai respons terhadap stimulus. Kutu babi atau kutu kayu akan menjadi lebih aktif di daerah kerig dan kurang katif di daerah lembab. Sedangkan taksis adalah suatu pergerakan terarah yang kurang atau lebih otomatis mendekati atau menjauhi beberapa stimulus.
Kajian paling luas mengenai representasi spasial (peta kognitif) telah dilakukan oleh hewan-hewan yang melakukan migrasi, atau perpindahan teratur dalam jarak yang relatif jauh. Contoh yang paling terkenal adalah migrasi burung, paus, beberapa spesies kupu-kupu, dan ikan-ikan oceangoing (yang pergi ke laut) tertentu.
Hewan yang bermigrasi menggunakan salah satu dari tiga mekanisme, atau beberapa kombinasi ketiga teknik tersebut:
1. Piloting. Dalam piloting, seekor hewan berpindah dari suatu daerah denga tanda-tanda yang sudah dikenalnya ke wilayah lain hingga sampai di tempat tujuan. Piloting sebagian besar digunakan untuk pergerakan jarak pendek.
2. Orientasi. Dalam orientasi,seekor hewan dapat menentukan arah kompas dan berjalan dalam lintasan yang lurus untuk menempuh jarak tertentu atau hingga sampai di tempat tujuan.
3. Navigasi. Dalam navigasi, melibatkan penentuan lokasi relatif saat ini terhadap lokasi yang lain, selain menentukan arah kompas.

Mengapa dan bagaimana awalnya burung bermigrasi, serta apa yang membuat mereka memutuskan untuk bermigrasi telah lama menjadi pusat perhatian. Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa migrasi disebabkan perubahan musim sementara yang lain percaya bahwa burung bermigrasi untuk mencari makan. Migrasi membutuhkan keahlian khusus seperti penentuan arah, cadangan makanan, dan kemampuan untuk terbang dalam jangka waktu yang lama. Hewan yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tidak mungkin dapat berubah menjadi hewan migran, atau hewan yang melakukan migrasi.
Salah satu eksperimen yang mengangkat permasalahan ini adalah sebagai berikut: burung bulbul dijadikan objek penelitian di sebuah laboratorium yang suhu dan cahayanya dapat diatur sesuai kebutuhan. Kondisi di dalam laboratorium diatur sehingga berbeda dengan kondisi di luar laboratorium. Misalnya, bila di luar musim dingin, kondisi laboratorium dibuat seperti pada musim semi dan burung menyesuaikan dirinya pada kondisi tersebut. Burung bulbul menumpuk lemak sebagai sumber energi, seperti yang biasa mereka lakukan menjelang migrasi. Meskipun burung bulbul mengadaptasikan tubuhnya dengan iklim buatan, dan menyiapkan diri seakan hendak bermigrasi, mereka tidak berangkat sebelum waktunya tiba. Mereka mengamati musim di luar. Hal ini merupakan bukti bahwa burung menentukan waktu migrasi bukan berdasarkan perubahan musim.

Penggunaan Energi
Burung menggunakan banyak energi saat terbang. Oleh karena itu, mereka membutuhkan lebih banyak sumber energi daripada hewan darat maupun hewan laut. Misalnya, untuk terbang sejauh 3.000 km antara Hawaii dan Alaska, burung kolibri (yang memiliki bobot beberapa gram) harus mengepakkan sayap sebanyak 2,5 juta kali. Meskipun begitu, mereka dapat tetap berada di udara selama 36 jam. Kecepatan rata-rata selama melakukan perjalanan ini kurang lebih 80 km/jam. Selama melakukan penerbangan seberat ini, jumlah asam dalam darah bertambah secara berlebihan, dan burung dapat pingsan akibat suhu tubuh yang meningkat. Beberapa burung menghindari bahaya ini dengan mendarat. Lalu, bagaimanakah mereka dapat terbang melintasi lautan yang luas dengan selamat? Berdasarkan pengamatan ahli burung, dalam keadaan seperti ini, burung mengembangkan sayap selebar-lebarnya, dan dengan beristirahat dalam keadaan tersebut, suhu tubuhnya turun. Burung migran memiliki sistem metabolisme tubuh yang kuat agar dapat melakukan aktivitas yang berat ini. Misalnya, aktivitas metabolisme pada burung kolibri, burung migran terkecil, dua puluh kali lebih kuat daripada aktivitas metabolisme gajah. Suhu tubuh burung dapat naik hingga 62 C.

Teknik Terbang
Sebagai makhluk yang diciptakan untuk melakukan penerbangan berat, burung juga dikaruniai kemampuan untuk memanfaatkan angin guna membantu mereka terbang. Misalnya, burung bangau dapat terbang hingga ketinggian 2.000 m dengan mengikuti arus udara panas, lalu meluncur dengan cepat menuju arus udara panas berikutnya tanpa harus mengepakkan sayap.
Teknik terbang lain yang biasa dilakukan sekelompok burung adalah formasi "V". Pada teknik ini, burung yang besar dan kuat berada paling depan sebagai perisai melawan arus udara dan membuka jalan bagi burung lain yang lebih lemah. Dietrich Hummel, seorang insinyur penerbangan, telah membuktikan bahwa dengan pengaturan seperti ini, secara umum kelompok tersebut dapat menghemat energi hingga 23%.
Beberapa burung migran terbang sangat tinggi. Misalnya, angsa dapat terbang pada ketinggian 8.000 m. Ini adalah hal yang luar biasa mengingat pada ketinggian 5.000 m kerapatan atmosfer berkurang sebanyak 63% dibandingkan pada permukaan laut. Terbang pada ketinggian dengan atmosfer sangat tipis, burung tersebut harus mengepakkan sayap lebih cepat dan karenanya harus mendapatkan oksigen yang lebih banyak pula.
Meskipun demikian, paru-paru burung ini telah diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat secara maksimal memanfaatkan oksigen yang tersedia pada ketinggian tersebut. Paru-paru burung, yang berfungsi secara berbeda dengan paru-paru mamalia, membantu mereka mendapatkan energi yang lebih besar dari udara yang lebih sedikit.

Indra Pendengaran Yang Sempurna
Selagi bermigrasi, burung harus memperhatikan gejala atmosferis. Misalnya, mereka mengubah arah untuk menghindari badai yang mendekat. Melvin L. Kreithen, ahli burung yang meneliti indra pendengaran burung, mengamati bahwa beberapa jenis burung dapat mendengar bunyi yang berfrekuensi sangat rendah, yang tersebar jauh dalam atmosfer. Oleh karena itu, burung migran dapat mendengar terbentuknya badai di gunung pada kejauhan atau halilintar di atas samudra yang berjarak ratusan kilometer di depan. Selain itu, telah diketahui pula bahwa burung dikenal berhati-hati dalam menentukan rute migrasinya; mereka akan menghindari daerah dengan kondisi atmosfer yang berbahaya.
Persepsi Arah
Bagaimanakah burung dapat menentukan arah tanpa bantuan peta, kompas, atau penunjuk arah lain selama penerbangan yang panjang menempuh ribuan kilometer?
Teori pertama yang dikemukakan berkenaan dengan pertanyaan tersebut adalah bahwa burung menghafal karakteristik daratan di bawah mereka, sehingga dapat menemukan daerah tujuan tanpa kebingungan. Akan tetapi, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa teori ini tidak benar.
Dalam sebuah percobaan yang menggunakan burung dara, digunakan lensa buram untuk mengaburkan penglihatan burung dara. Dengan begitu, mereka tidak dapat menggunakan tanda-tanda daratan di bawahnya sebagai penunjuk. Meskipun demikian, ternyata burung dara tetap dapat menemukan jalan mereka meskipun tertinggal beberapa kilometer dari kelompoknya.
Penelitian berikutnya menunjukkan bahwa medan magnet bumi berpengaruh terhadap beberapa spesies burung. Berbagai kajian menunjukkan bahwa tampaknya burung memiliki sistem reseptor magnetik yang maju, yang memungkinkan mereka menentukan arah dengan menggunakan medan magnet bumi. Sistem ini membantu burung menentukan arah dengan merasakan perubahan medan magnet bumi selama migrasi. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa burung migran dapat merasakan perbedaan medan magnet bumi sebesar 2%.

Migrasi Kupu-Kupu
Kisah perjalanan migrasi kupu-kupu raja, yang hidup di Kanada bagian tenggara, lebih rumit daripada migrasi burung. Kupu-kupu raja umumnya hidup hanya 5-6 minggu setelah berkembang dari ulat. Dalam setahun terdapat empat generasi kupu-kupu raja. Tiga dari empat generasi kupu-kupu raja hidup di musim semi dan musim panas. Situasi berubah dengan datangnya musim gugur. Migrasi dimulai pada musim gugur, dan generasi yang bermigrasi akan hidup jauh lebih lama dari generasi lain yang hidup di tahun yang sama. Kupu-kupu raja yang bermigrasi adalah generasi yang keempat.
Hal yang cukup menarik adalah, migrasi dimulai pada malam ekuinoks musim gugur (hari ketika waktu siang dan malam sama panjang). Kupu-kupu yang bermigrasi ke selatan, hidup enam bulan lebih lama dibandingkan ketiga generasi sebelumnya. Mereka membutuhkan waktu hidup yang lebih lama agar dapat bermigrasi dan kembali lagi.
Kupu-kupu yang terbang ke selatan tidak berpencar setelah melalui garis balik utara (garis lintang utara 23,30 ) dan meninggalkan udara dingin. Setelah bermigrasi melintasi setengah benua Amerika, jutaan kupu-kupu itu mendiami bagian tengah Meksiko. Di daerah ini jajaran gunung berapi dipenuhi bermacam-macam jenis tumbuhan. Bertempat di ketinggian 3.000 m, tempat ini cukup hangat bagi kupu-kupu. Selama empat bulan, dari Desember hingga Maret, kupu-kupu tidak memakan apa pun. Mereka hanya minum air selama cadangan lemak tubuh mereka masih mencukupi sebagai sumber makanan.
Bunga yang bermekaran di musim semi cukup penting bagi kupu-kupu raja. Setelah empat bulan berpuasa, untuk pertama kalinya di musim semi kupu-kupu mengadakan pesta nektar. Setelah itu, mereka memiliki cadangan energi yang cukup untuk kembali ke Amerika Utara. Selain waktu hidupnya yang dua bulan diperpanjang menjadi delapan bulan, generasi ini tidak berbeda dengan tiga generasi sebelumnya. Mereka kawin di akhir Maret sebelum memulai perjalanannya. Pada saat ekuinoks, kelompok kupu-kupu akan terbang kembali ke Utara. Begitu mereka menyelesaikan perjalanannya dan tiba di Kanada, mereka mati. Namun, sebelum mati, mereka bertelur untuk menghasilkan generasi baru, yang penting bagi kelangsungan spesiesnya.
Generasi yang baru lahir adalah generasi pertama pada tahun tersebut dan hidup selama 1,5 bulan. Generasi ini akan diikuti oleh generasi kedua dan ketiga. Ketika datang generasi keempat, migrasi kembali berulang. Generasi ini akan hidup enam bulan lebih lama daripada generasi sebelumnya, dan rantai ini akan terus berlanjut dengan cara yang sama (Anonim.25 Desember).


E. Perilaku Sosial Hewan
Perilaku sosial yang didefinisikan secara luas, adalah setiap jenis interaksi antara dua hewan atau lebih, umumnya dari spesies yang sama
1. Perilaku Agonistik
Perilaku agonistik adalah suatu pertandingan yang melibatkan baik perilaku yang mengancam maupn yang patuh menentukan pesaing mana yang mendapatkan akses ke beberapa sumber daya, seperti makanan atau pasangan kawin. Banyak perilaku tersebut melibatkan ritual, penggunaan aktivitas simbolik, sehingga biasanya tidak ada bahaya yang serius yang dilakukan oleh pihak-pihak yang beradu. Contohnya pada ular berbisa yang mencoba memelintir satu sama lain ke tanah, tetapi ular-ular tersebut tidak pernah menggunakan giginya yang mematikan dalam perkelahian.
2. Hirarki Dominansi
Banyak hewan hidup dalam kelompok sosial yang dipertahankan oleh perilaku agonisti. Contohnya dalah ayam. Jika beberapa ayam betina yang tidak saling mengenal satu sama lain digabungkan bersama-sama, mereka akan merespon dengan berkelahi dan saling mematuk. Akhirnya kelompok itu akan membentuk suatu “urutan patukan” yang jelas- suatu hirarki dominansi yang kurang lebih linier.
3. Teritorialitas
Suatu teritori adalah suatu daerah yang dipertahankan oleh seekor individu hewan yang umumnya mengusir anggota lain dari spesiesnya sendiri. Teritori secara khusus digunakan untuk pencarian makanan, perkawinan, membesarkan anak, atau kombinasi aktivitas tersebut. umumnya lokasi teritori sudah tetap, dan ukurannya bervariasi menurut spesies, fungsi-fungsi teritori, dan jumlah sumber daya yang tersedia.
Pada banyak spesies yang mempertahankan teritori hanya pada musim kawin, individu dpaat membentuk kelompok sosial pada waktu lainnya.
4. Sistem Perkawinan
Perilaku kawin berhubungan langsung dengan kelestarian hidup hewan. Terdapat suatu hubungan yang erat antara perilaku kawin yang diamati dengan jumlah keturunan, yang seringkali menjadi penentu utama kelestarian hidup seekor hewan. Banyak hewan yang terlibat dalam percumbuan, yang mengumumkan bahwa hewan yang terlibat tidak dirasa mengancam merupakan pasangan kawin yang potensial.
Pada sebagian besar spesies, hewan betina memiliki banyak investasi parental dibandingkan dengan hewan jantan dan kawin secara lebih selektif. Hewan jantan pada sebagian besar spesies berkompetisi untuk mendapatkan pasangan kawin, hewan betina pada banyak spesies terlibat dalam penilaian, atau penyeleksian hewan jantan berdasarkan ciri-ciri yang lebih disukai.
Pada banyak spesies, perkawinan adalah bersifat promiscuous, tidak ada ikatan pasangan yang kuat atau hubungan yang bertahan lama. Pada spesies di mana pasangan kawin masih tetap bersama-sama selama periode waktu yang lama, hubungan itu bisa bersifat monogamy (satu jantan mengawini satu betina) atau poligami (individu dari satu jenis kelamin mengawini beberapa individu dari jenis kelamin yang berlawanan). Hubungan poligami yang paling sering melibatkan seekor jantan tunggal dengan banyak hewan betina, disebut poligini. Namun demikian, pada beberapa spesies seekor betina kawin dengna beberapa jantan, disebut poliandri(Campbell.2004).
Satu di antara contoh perilaku kawin yang dapat kita ambil pada sejenis kupu-kupu Saturnia pyri dimana yang betina melepaskan stimulus kimia untuk merangsang jantan melakukan kopulasi. Sedangkan pada orangutan pemerkosaan umum terjadi. Jantan sub-dewasa akan mencoba kawin dengan betina manapun, meskipun mungkin mereka gagal menghamilinya karena betina dewasa dengan mudah menolaknya. Orangutan betina dewasa lebih memilih kawin dengan jantan dewasa
5. Perilaku Makan
Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih di antara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. Tujuan makanan ialah energi, tetapi energi diperlukan untuk mencari makanan. Jadi hewan berperilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian/keuntungan dari pencarian makanan itu. Kerugian energi dari mencari makanan diusahakan seminimum mungkin melalui perkembangan “citra mencari” untuk macam makanan yang, untuk sementara, menghasilkan keuntungan yang besar. Untuk beberapa species, citra mencari itu mungkin bukan perwujudan makannya saja, melainkan tempatnya yang khusus. Banyak pula hewan yang menggunakan energinya untuk membangun perangkap, daya tarik dan sejenisnya untuk menarik mangsanya agar berada dalam jangkauannya. Sebagian besar kehidupan hewan sosial berkisar pada makan bersama.
Perilaku makan berbeda-beda pada masing-masing spesies hewan. Contohnya pada Monyet rhesus. Monyet rhesus adalah binatang siang (diurnal) yang hidup di pohon-pohon maupun di permukaan tanah. Umumnya ia herbivora dan memakan daun-daunan dan daun pinus, akar-akaran, dan kadang-kadang serangga atau binatang-binatang kecil. Monyet ini mempunyai pipi yang khusus seperti kantung, yang memungkinkannya menimbun makanannya. Bahan makanan yang sudah dikumpulkan akan dimakannya belakangan di daerah yang aman. Selain itu, Monyet-monyet yang menemukan makanan biasanya akan mengumumkan hal ini dengan panggilan-panggilan yang khas, meskipun ada yang mengatakan bahwa monyet-monyet muda atau yang rendahan kadang-kadang akan berusaha menghindari hal itu apabila temuan mereka tidak diketahui (Budhi.11 Oktober 2010).


PENUTUP

Adapun simpulan yang dapat diambil adalah:
1. Perilaku dihasilkan oleh gen dan faktor lingkungan.
2. Perilaku sendiri memiliki arti sikap dan gerak organisme berespon dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
3. Perilaku hewan ada dua jenis, yakni Perilaku bawaan (Innate Behaviour) dan Perilaku hasil pembelajaran (Learned Behaviour)
4. Terdapat beberapa tipe dari pembelajaran yaitu: Imprinting, Habituation, Clasical conditioning, dan Operant conditioning.
5. Dari semua perilaku yang ditunjukan hewan, kebanyakan prilaku pada hewan kemungkinan mengandung semua komponen ini, yaitu: Preprogamming (Pemograman sebelumnya), Practice (berlatih), Potention (potensi) dan Performance (pelaksanaan)
6. Suatu hipotesis pokok dalam etologi kognitif adalah bahwa banyak hewan merumuskan peta kognitif.
7. Perilaku sosial hewan antara lain perilaku aganostik, hirarki dominansi, dan teritorialitas.























DAFTAR PUSTAKA


Anonim.Tanpa Tahun.”Etologi”(http://id.wikipedia.org/wiki/Etologi. Diakses Tanggal 26 Desember 2010).
Anonim. Tanpa Tahun.”Macam dan Jenis Adaptasi Makhluk Hidup-Morfologi Fisiologi dan Tingkah Laku- untuk Menyesuaikan Diri”( http://organisasi.org/macam-jenis-adaptasi-makhluk-hidup-morfologi-fisiologi-dan-tingkah-laku-untuk-menyesuaikan-diri. Diakses 29 Dessember 2010).
Anonim.25 Desember.”Migrasi Burung”( http://kerohanianpskh.multiply.com/journal/item/30. Diakses 12 Januari 2011).
Budhi, Annisa.11 Oktober 2010.”Perilaku Binatang”(http://blog.student.uny.ac.id/pelangilova/2010/10/11/perilaku-binatang/. Diakses 12 Januari 2011).
Campbell, Neil A. dkk.2004.Bioogi Jilid III(ed.5).Jakarta:Erlangga
Putri, Anniesha Eza.10 Januari 2010.”Perilaku Hewan”( http://20thcenturyalghumayda.blogspot.com/2010/01/perilaku-hewan.html. Diakses 29 Desember 2010)